Selasa, 06 Desember 2011

Kegempaan Gunung Anak Krakatau Fluktuatif

Intensitas kegempaan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terpantau masih cenderung fluktuatif atau naik turun dalam beberapa pekan terakhir.

"Kegempaan masih naik turun pada hitungan ratusan kali per hari," kata petugas pemantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, di pos pemantau Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.


Andi Suardi menyebutkan, jumlah kegempaan sebelumnya 754 kali dan hari ini 680 kali, dan tidak ada aktivitas menonjol pada gunung setinggi 230 meter di atas permukaan laut (Mdpl) itu. "Kemungkinan beberapa hari ke depan masih fluktuatif namun masih ada hitungan gempa dibawah seribu kali per hari," katanya.


Ia mengatakan, gunung tersebut masih aman bagi penduduk sekitar namun bagi nelayan yang biasa melaut di sekitarnya diminta tetap waspada. "Jarak aman mash pada radius dua sampai tiga kilomter dari badan gunung," ujar Andi.


Meskipun kegempaan sudah cukup renggang dibandingkan sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) belum menurunkan status "siaga" gunung tersebut. "Kegempaan ratusan kali itu terjadi dalam beberapa menit sekali, sedangkan sebelumnya mencapai dua hingga tiga kali dalam semenit," kata dia.


Ia mengaku, petugas masih sulit memantau gunung itu melalui visual mata karena gunung diselimuti kabut tebal sepanjang hari dan hujan di tengah laut menghalangi pandangan mata apalagi saat ini curah hujan lebih tinggi.


Menurut dia, potensi letusan dan erupsi material vulkanik tetap ada meskipun berkekuatan rendah dan hanya jatuh di sekitar gunungnya untuk membentuk kubah baru dan menambah ketinggian. "Semua hendaknya tetap waspada karena letusan dapat terjadi sewaktu-waktu di luar dugaan," imbuhnya.